Antrean yang menjawab dengan aturan, bukan dengan siapa yang paling dekat.

Email, WhatsApp, webchat, dan portal semuanya menjadi tiket dengan pemilik, prioritas, dan jam SLA. Knowledge base menjawab pertanyaan berulang sehingga antrean hanya menyimpan yang butuh orang.

Ticket dari semua channel masuk ke satu queue dengan pemilik, jam SLA, dan riwayat. Knowledge base ada di sebelahnya supaya agent menjawab dari materi yang disetujui, bukan dari ingatan.

Otomasi dibuat eksplisit: trigger rule dan aksinya terlihat di layar admin, dan setiap eksekusi tercatat sehingga aturan yang berhenti cocok bisa ditemukan.

  • 4Cara tiket masuk: email, WhatsApp, webchat, portal mandiri
  • 1Antrean dengan prioritas dan SLA per aturan, bukan per kebiasaan
  • 24/7Portal mandiri terbuka saat petugas tutup
Tiket

Setiap kanal menjadi tiket dengan kolom yang sama.

Email masuk, pesan WhatsApp, sesi webchat, atau kiriman portal semuanya membuat tiket dengan struktur sama: pemohon, kategori, prioritas, pemilik, dan riwayat. Tidak ada yang hidup hanya di inbox pribadi.

  • Jenis, status, dan prioritas tiket sebagai data referensi
  • Gabungkan duplikat dan tautkan tiket terkait pada pemohon yang sama
  • Balas dari tiket; jawaban keluar lewat kanal asalnya
helpdesk · queue
Tiket terbukaprioritas dan SLA per aturan
#SubjekSLA
1841Gagal login aplikasi2 jam
1842Permintaan reset kata sandiSelesai
1843Invoice belum diterimaHari ini
EmailWhatsAppKnowledge base
SLA & otomasi

Jam mulai berdetak saat tiket masuk, dan itu terlihat.

Kebijakan SLA menempel per prioritas dan per kategori, dengan target respons pertama dan penyelesaian. Aturan otomasi membagi, mengeskalasi, dan memberi notifikasi sebelum target terlewat, dan aturan yang bekerja tercatat di tiket.

  • Target respons pertama dan penyelesaian per prioritas
  • Eskalasi saat target hampir terlewat
  • Aturan otomasi untuk pembagian, penandaan, dan notifikasi
workflow · automation
Pemicupercakapan masukevent
Kondisikanal WhatsApp dan di luar jamrule
Balas otomatistemplate jawabanaction
Buat tiketantrean helpdeskaction
Knowledge base

Jawaban yang sudah ada adalah tiket termurah.

Artikel ditulis sekali, disusun per kategori, dan dipakai di dua tempat: agen menyisipkannya ke balasan, dan portal menampilkannya ke pemohon sebelum tiket dikirim.

  • Artikel per kategori, bisa dicari agen dan pemohon
  • Sisipkan artikel ke balasan tanpa keluar dari tiket
  • Portal mandiri yang menutup pertanyaan sebelum tiket ada
channels · unified inbox
Antrean hari ini4 kanal · 27 percakapan
WhatsAppRani – tanya jadwal dokter anak – belum dijawab
InstagramBudi – kirim foto dokumen – butuh verifikasi
WebchatCitra – minta penawaran – terhubung ke CRM
EmailKlinik Sehat – invoice – tiket dibuat otomatis
1 agen onlineSLA 5 menit2 menunggu

Cakupan helpdesk

Intake multi-kanal

Email, WhatsApp, webchat, dan portal ke satu antrean.

Kebijakan SLA

Target per prioritas dan kategori dengan eskalasi.

Otomasi

Pembagian, penandaan, dan notifikasi berdasarkan aturan.

Knowledge base

Artikel untuk agen dan untuk layanan mandiri pemohon.

Portal

Pemohon mengirim dan memantau tiketnya sendiri.

Tinjauan mutu

Sampling dan penilaian tiket per agen.

Cara antrean menjadi jujur

Satu pintu masuk

Email dan WhatsApp diarahkan ke antrean tiket, bukan ke orang.

Tentukan kategori dan prioritas

Kolom yang menjadi dasar laporan.

Pasang target SLA

Apa arti respons pertama dan penyelesaian bagi tim ini.

Isi knowledge base

Tulis sepuluh jawaban yang diulang setiap hari.

Pertanyaan yang biasanya muncul lebih dulu

Apakah ini menggantikan email support kami?

Mailbox disambungkan ke antrean tiket; alamatnya tetap sama.

Pemohon bisa membalas lewat email?

Bisa. Balasan masuk ke tiket selama referensinya dipertahankan.

SLA bisa diukur per tier pelanggan?

Bisa. Kebijakan SLA menempel per prioritas dan kategori, dan tier dapat dimodelkan sebagai kategori.

Knowledge base terlihat pelanggan?

Hanya artikel yang diterbitkan ke portal; artikel internal tetap internal.

Ukur kerja support yang sebenarnya.

Kami mulai dari riwayat ticket Anda: volume per channel, waktu respons, dan pertanyaan yang paling sering berulang.

Trusted by industries

Development

API siap produksi untuk tim yang membangun pengalaman sendiri.

Selain aplikasi siap pakai, PDS membuka jalur programmatic: kirim pesan, kelola percakapan, dan tarik data operasional dari endpoint yang sama dengan yang dipakai aplikasi internal — lengkap dengan webhook, API key per tenant, dan pencatatan setiap percobaan pengiriman.

Messaging API

Satu endpoint untuk WhatsApp, SMS, dan email. Nomor pengirim diatur per channel, status pengiriman dilaporkan balik lewat callback.

Learn more →

Webhooks

Event percakapan, tiket, dan pembayaran dikirim ke URL Anda, ditandatangani dan dicatat ulang bila gagal terkirim.

Learn more →

Omnichannel connector

Channel yang belum tersedia bisa ditambahkan sebagai driver sendiri: mapping field, signature, dan aturan balasan Anda tentukan.

Learn more →

Data & export

Rekaman percakapan, CDR, tiket, dan dataset operasional bisa ditarik lewat API atau diekspor terjadwal untuk gudang data Anda.

Learn more →