Omnichannel conversation platform
Every conversation, every call, every workflow — one platform
Channels brings WhatsApp, Instagram, Messenger, email and webchat into a single inbox. Voice records, transcribes and routes every call. Workflow replies, assigns and escalates automatically — all on one customer record, on-premise or in the cloud.
Automation handled 71%
percakapan tanpa agenBuilt for teams that handle high-volume interactions
- 5+Channel masuk ke satu inbox: WhatsApp, Instagram, Messenger, email, webchat
- 1Riwayat pelanggan yang dipakai chat, telepon, tiket, dan CRM
- 24/7Workflow + AI menjawab dan merutekan di luar jam kerja
- 2Mode deployment: on-premise dan cloud
The three engines behind every customer conversation
Channels menangkap pesan, Voice menangani panggilan, Workflow memutuskan apa yang terjadi setelahnya. Ketiganya memakai data pelanggan yang sama, sehingga konteks tidak hilang saat percakapan berpindah kanal.
Channels
Semua kanal pesan dalam satu inbox, dengan penugasan dan riwayat yang menyatu.
- WhatsApp, Instagram, Messenger via API resmi
- Livechat widget untuk website Anda
- Email masuk ke antrean yang sama
- Media, template WABA, dan status kirim
Voice
Panggilan masuk dan keluar sebagai bagian dari percakapan yang sama, bukan sistem terpisah.
- Routing ke agen, tim, atau antrean
- Rekaman dan CDR untuk setiap panggilan
- Transkripsi otomatis jadi teks yang bisa dicari
- Hasil panggilan langsung ke tiket dan CRM
Workflow
Aturan yang memutuskan siapa menjawab, kapan, dan dengan jawaban apa.
- Trigger: pesan, tiket, jadwal, webhook
- Kondisi: intent, kanal, segmen, jam kerja
- Aksi: balas, tag, assign, eskalasi, handover
- Setiap jalan tercatat sebagai audit
Every message from every channel lands in one inbox
Pelanggan memilih kanal yang nyaman; tim Anda tidak perlu berpindah aplikasi untuk menjawabnya. Satu percakapan, satu penanggung jawab, satu riwayat — meski pelanggan berganti kanal di tengah masalah.
- Messenger
- Webchat
- Channel baru ditambahkan sebagai driver — alur kerja agen tidak berubah.
- Pesan, media, dan status pengiriman tersimpan lengkap per kontak.
- Percakapan bisa diambil alih AI, agen, atau supervisor tanpa memutus thread.
- Webhook masuk diverifikasi tanda tangannya, dan retry provider tidak menggandakan pesan.
Calls stop being a blind spot
Pelanggan yang menelepon tetap dikenali: riwayat chat, tagihan, dan tiket terakhir muncul di layar agen saat panggilan tersambung. Setelah panggilan berakhir, rekaman, transkrip, dan hasilnya menempel ke kontak yang sama.
- Panggilan masuk dirutekan ke agen, tim, atau antrean sesuai aturan.
- Setiap panggilan punya CDR: waktu, durasi, arah, hasil, dan agen.
- Rekaman + transkripsi membuat isi panggilan bisa dicari dan di-QA.
- Disposisi panggilan bisa memicu workflow: kirim ringkasan, buat tiket, jadwalkan follow-up.
Decisions made once, executed every time
Workflow menggantikan aturan yang selama ini hidup di kepala supervisor. Ia membaca pesan, mengenali maksud, lalu memilih aksi: menjawab dengan AI, meneruskan ke agen yang tepat, menandai prioritas, atau memanggil sistem lain.
- Trigger dari pesan masuk, perubahan tiket, jadwal, atau webhook sistem lain.
- Kondisi bertingkat: intent, kanal, segmen pelanggan, jam kerja, nilai transaksi.
- Aksi: balas, tag, assign, eskalasi, handover ke manusia, kirim webhook.
- Jawaban AI dibatasi Knowledge Base, sehingga tidak mengarang informasi.
- Routing — antrean, round-robin, atau agen dengan beban paling ringan.
- Handover — AI menyerahkan percakapan lengkap dengan ringkasan.
- SLA — eskalasi otomatis sebelum target waktu terlampaui.
- Audit — setiap jalan tercatat: node mana yang cocok dan mana yang tidak.
When a conversation needs a case, it becomes one
Percakapan yang tidak selesai di pesan atau panggilan pertama berubah menjadi tiket — dengan SLA, pemilik, dan riwayat yang sama.
One queue for chat, calls, and email
Tiket dari semua kanal masuk ke antrean dengan prioritas, eskalasi, dan automasi. Supervisor melihat beban kerja dan kualitas tanpa menyusun laporan manual.
- Ticketing multi-channel dengan prioritas dan eskalasi bertingkat.
- CSAT, NPS, dan FCR terhubung langsung ke tiket asal.
- Knowledge Base tampil sebagai saran jawaban untuk agen.
- Broadcast dan Survey memakai daftar kontak yang sama.
| Ticket | Subject | Channel | Status |
|---|---|---|---|
| #4821 | Order belum diterima | Due 15m | |
| #4820 | Tagihan ganda | Voice | In progress |
| #4819 | Pengajuan refund | Escalated | |
| #4818 | Perubahan jadwal | Resolved |
The rest of the operation, on the same record
Channels, Voice, dan Workflow bukan produk terpisah dari sisa platform: semuanya membaca kontak, dataset, dan izin yang sama.
A foundation you can audit and own
Untuk tim yang menangani data pelanggan, cara platform dipasang dan diamankan sama pentingnya dengan fiturnya.
On-premise or cloud
Jalankan di server sendiri, di cloud, atau kombinasi keduanya dengan connector untuk channel eksternal.
Security & audit
RBAC per peran, audit log per perubahan, dan retensi data yang bisa diatur sesuai kebijakan.
Open integration
API, webhook bertanda tangan, dan import dataset untuk tersambung ke sistem yang sudah berjalan.
AI with guardrails
Jawaban AI dibatasi Knowledge Base dan bisa diserahkan ke agen kapan saja.
Solutions by industry
Alur kerja tiap industri berbeda. Kami mulai dari proses Anda, lalu menyusun kanal, workflow, dan izin yang tepat.
Frequently asked questions
Pertanyaan yang paling sering muncul saat evaluasi platform komunikasi.
Can WhatsApp use our own number?
Bisa. Kanal WhatsApp terhubung lewat API resmi dengan nomor bisnis Anda, termasuk template untuk pesan di luar jendela 24 jam. Kredensial aplikasi disimpan per kanal, sehingga tiap brand bisa memakai akun yang berbeda.
Apakah percakapan chat dan panggilan benar-benar menyatu?
Ya. Keduanya menempel ke kontak yang sama. Agen bisa melihat chat terakhir saat menerima telepon, dan ringkasan panggilan bisa memicu workflow lanjutan seperti pembuatan tiket atau pengiriman ringkasan via WhatsApp.
How is call recording handled?
Rekaman disimpan di infrastruktur Anda pada mode on-premise, dengan akses diatur per peran dan tercatat di audit log. Transkripsi diproses menjadi teks agar panggilan bisa dicari dan di-QA.
What can the AI reply without a human?
AI menjawab berdasarkan Knowledge Base dan workflow yang Anda tentukan, lalu menyerahkan percakapan ke agen bila maksud pelanggan di luar cakupan. Setiap penyerahan menyertakan ringkasan dan riwayat.
Can we deploy on-premise?
Bisa. Platform berjalan di server Anda sendiri, termasuk tanpa akses internet untuk modul internal. Untuk channel eksternal seperti WhatsApp, gunakan Omni Connector agar pesan tetap masuk ke infrastruktur Anda.
How long does implementation take?
Tergantung lingkup. Channels dan Helpdesk biasanya live dalam hitungan minggu; Voice dan integrasi sistem berjalan bertahap bersama tim kami.
Can we migrate existing data?
Ya. Kontak, tiket lama, dan dataset operasional diimpor lewat Data Manager dengan validasi kolom dan log perubahan, sehingga Anda bisa memeriksa hasilnya sebelum dipakai.
Bring every conversation into one place
Ceritakan kanal dan volume interaksi Anda. Kami akan menunjukkan bagaimana Channels, Voice, dan Workflow bekerja pada kasus Anda sendiri.